Website penuh inspirasi tentang Teknologi, Komputer, Pemrograman, Games, Informasi Umum dan pengetahuan lainnya. Dibuat berdasarkan pengalaman dan ilmu yang didapat. sebagai sharing dan berbagi ilmu untuk kemajuan bangsa INDONESIA TERCINTA

Ingin pasang iklan di banner ini ? harga promo hanya 50.000/Bulan. Hubungi kami di kontak

Napster Pelopor Pertama Penyedia Jasa Jaringan Musik



Hai sobat inspirasi kembali lagi dengan kami di Bintanginspirasi.com website yang memberikan inspirasi bermanfaat untuk sobat - sobat Tercinta.  :)  kali ini kami akan membahas tentang Napster, nah sobat pastinya tahu ataupun pernah mendengar sekilas tentang Napster bukan. Disini kami akan membahas kilas balik tentang napster baik dari segi sejarah terbentuknya napster, masalah yang pernah dihadapi dan hal-hal yang berkaitan dengan sarana penyedia musik satu ini.

Sejarah Singkat Tentang Napster



Napster merupakan jaringan jasa penyedia musik yang asalnya merupakan jasa file sharing yang didirikan oleh Shawn Fanning dan John Fanning yang merupakan mahasiswa dari Northeastern University bersama Sean Parker di tahun 1999Nama "Napster" sendiri berasal dari nama panggilan Fanning.

Bermula dari rasa tidak puas Shawn Fanning dan John Fanning  terhadap cara menemukan file musik dengan IRC atau pun Lycos. Ia pun berkeinginan membuat cara yang lebih mudah dan lebih asyik ketimbang men-download file musik dari website tertentu, seperti cara yang lazim hingga saat itu (tahun 1999). Artinya, file lagu-lagu itu disimpan di server web tersebut. Kerepotan bakal terjadi bilamana pada saat yang bersamaan ribuan orang mengakses server yang sama macet.

Maka dari itu Shawn Fanning dan John Fanning bersama Jordan Ritter menyusun program peranti lunak yang bisa mewujudkan keinginannya. Dengan Napster, sebuah server tak perlu lagi menyimpan ratusan file musik MP3 seperti sebelumnya. Yang ada di dalam server itu hanya direktori sederhana bersisi daftar musik dalam hard drive milik pengguna Napster yang berbagi file.

Napster dirilis pertama kalinya pada musim gugur 1999 dan telah dikembangkan kembali programnya oleh Sean Parker. Situs ini merupakan situs yang pertama dari sistem file sharing peer-to-peer yang amat digemari masyarakat. Walaupun situs tersebut bukan merupakan sistem file sharing peer-to-peer yang sempurna karena server pusat hanya menyimpan daftar komputer mana yang mempunyai file sejenis dengan yang dicari oleh seorang pemakai. Pertukaran file sendiri dilaksanakan secara langsung antara komputer-komputer pengguna.

Pertukaran file musik dalam format MP3 berlangsung setiap hari dan melibatkan jutaan orang. Dalam waktu enam bulan sejak diluncurkan ke publik, penggunanya sudah mencapai 10 juta pemakai dari seluruh penjuru dunia dan mampu menyedot pendaftar baru hingga 200.000 dalam satu hari.

Dilihat dari sejarah terbentuknya napster, bisa dibilang Napster merupakan karya dari seorang mahasiswa yang awalnya hanya ingin mengembangkan teknik dan cara agar mudah mendengarkan musik tanpa harus mendownload terlebih dahulu.

Sistem Napster mirip dengan Instant Messaging. Walaupun IRC, Hotline, dan USENET telah menyediakan layanan serupa, tetapi Napster merupakan situs yang pertama yang mengkhususkan diri dalam format MP3.

Napster menghasilkan sistem yang mempunyai sejumlah besar pilihan lagu untuk diunduh. Hal ini memudahkan orang awam untuk mendapatkan musik yang mereka inginman tanpa harus pergi ke toko musik untuk membeli album yang terdiri dari satu lagu bagus dan sisanya lagu pengiring untuk mengisi kekosongan ruang CD.


Pelanggaran Yang Dilakukan Napster




Situs Napster Harus Ditutup Karena Banyak Bermasalah Dengan Pelanggaran Hak Cipta.


Kehadiran Napster dianggap banyak merugikan pelaku industri musik, terlebih bagi para musisi. Tentu saja, hal tersebut berkaitan dengan hak cipta, dan juga terkait dengan pembagian royaltinya. Di tahun 2001, putusan pengadilan mengharuskan Napster ditutup. 



Napster juga membayar pencipta lagu dan pemilik hak cipta sebesar 26 juta dolar sebagai kompensasi ganti rugi, dan 10 juta dolar untuk royalti. Namun, dengan kehadiran Napster ini, telah banyak mempengaruhi industri musik, khususnya bagi para pelaku industri musik di luar negeri. Permasalahan legal yang dihadapi adalah bahwa perusahaan napster yang melakukan copy file musik melalui internet yang kemudian dianggap merugikan dari pihak musisi dan perusahaan musik rekaman. 

Moral dari persoalan tersebut adalah dari pendukung napster memandang hal itu baik dan benar karena napster hanya melakukan berbagi file melalui website dan masih  dalam wilayah publik yang legal sedangkan dari pendukung si musisi hal ini dianggap buruk karena  dapat menurunkan penjualan kopi musik mereka dan dapat menurunkan nilai seni yang dihasilkan karena tidak dihargai.

Akuisisi


Tak lama setelah Napster dipaksa melikuidasi aset-aset yang tersisa, Roxio (perusahaan media digital), mengajukan tawaran untuk $ 5,3 juta dalam bentuk tunai untuk membeli hak untuk portofolio teknologi Napster, nama merek, dan merek dagang. Pengadilan pailit mengawasi likuidasi aset Napster menyetujui pembelian pada tahun 2002.

Acara ini menandai babak baru dalam sejarah Napster. Dengan akuisisi barunya, Roxio menggunakan nama Napster yang kuat untuk mengubah nama toko musik PressPlay dan menyebutnya Napster 2.0.

Merek Napster telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun. Yang pertama adalah kesepakatan pengambilalihan Best Buy, yang bernilai $ 121 juta. Saat itu, layanan musik digital Napster yang bermasalah dilaporkan memiliki 700.000 pelanggan yang berlangganan. 
Pada tahun 2011, layanan musik streaming Rhapsody menandatangani kesepakatan dengan Best Buy untuk mendapatkan pelanggan Napster dan "aset tertentu lainnya." Rincian keuangan akuisisi tidak diungkapkan, tetapi perjanjian itu memungkinkan Best Buy untuk mempertahankan saham minoritas di Rhapsody. Meskipun nama Napster ikon menghilang di AS, layanan itu masih tersedia di bawah nama Napster di Inggris dan Jerman.

Perkembangan Selanjutnya Napster


Sejak mengakuisisi Napster,  Rhapsody terus mengembangkan produk dan fokus pada memperkuat merek di Eropa. Pada 2013, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan layanan Napster di 14 negara tambahan. Pada tahun 2016, Rhapsody merekrut layanannya secara internasional sebagai Napster. Pada 2018, Napster terus berkembang sebagai sumber untuk musik sesuai permintaan untuk layanan lain, termasuk iHeartRadio.

Demikian pembahasan Napster Pelopor Pertama Penyedia Jasa Jaringan Musik. Terimakasih telah berkunjung di bintanginspirasi.com website yang memberikan info, tips dan cara seputar teknologoi, komputer, games dan pemrograman. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Jika berkenan klik iklan di halaman ini untuk keberlangsungan penulis untuk memberikan artikel bermanfaat. :)

0 Response to "Napster Pelopor Pertama Penyedia Jasa Jaringan Musik"

Post a Comment

Jangan Lupa tinggalkan komentar anda jika postingan ini bermanfaat :)

Bintang Inspirasi. Powered by Blogger.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel